Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 (Akta 303) (Hingga 5hb Februari 2022)

RM14.00 RM15.00 you save RM1.00
 
 
 

Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 (Akta 303)

[Hingga 5hb Februari 2022]

Suatu Akta bagi mengkanunkan peruntukan tertentu Undang-Undang Keluarga Islam mengenai perkahwinan, perceraian, nafkah, jagaan, dan perkara lain berkaitan dengan kehidupan keluarga.

Detailed Contents Of Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 :

Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 (Akta 303) adalah undang-undang yang mengatur masalah-masalah keluarga Islam di Wilayah-Wilayah Persekutuan Malaysia. Undang-undang ini mengatur pernikahan, perceraian, nafkah, hak penjagaan anak, dan harta pusaka dalam konteks hukum Islam.

Berikut ini adalah beberapa poin penting dalam Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984:

  1. Definisi Keluarga Islam: Dalam Akta ini, "keluarga Islam" didefinisikan sebagai suami, istri, anak, dan semua orang yang terlibat dalam pernikahan atau perceraian menurut hukum Islam.

  2. Pendaftaran Perkahwinan: Akta ini mewajibkan pasangan yang ingin menikah untuk mendaftarkan pernikahan mereka dengan Jabatan Agama Islam Wilayah-Wilayah Persekutuan. Pasangan harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti mengikuti kursus pra-nikah dan mempunyai wali yang sah.

  3. Poligami: Akta ini memperbolehkan seorang lelaki untuk memiliki lebih dari satu istri selama ia memenuhi syarat-syarat tertentu dan mendapat persetujuan dari mahkamah syariah.

  4. Perceraian: Akta ini mengatur prosedur perceraian dalam hukum Islam. Pasangan yang ingin bercerai harus mengajukan permohonan ke mahkamah syariah dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Pihak berkepentingan, seperti anak atau keluarga, juga dapat mengajukan permohonan untuk meminta cerai.

  5. Nafkah: Akta ini memperjelas hak dan kewajiban pasangan terkait nafkah selama dan setelah pernikahan. Suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak, sementara istri juga dapat memberikan nafkah kepada suami jika ia mampu.

  6. Hak penjagaan anak: Akta ini mengatur hak penjagaan anak setelah perceraian. Mahkamah syariah dapat menetapkan orang tua mana yang akan menjadi penjaga anak dan memberikan hak kunjungan kepada orang tua yang tidak memperoleh hak penjagaan.

  7. Harta Pusaka: Akta ini mengatur pembagian harta pusaka dalam hukum Islam. Pihak yang berkepentingan harus memenuhi syarat-syarat tertentu dan mengikuti prosedur yang ditetapkan untuk memperoleh hak atas harta pusaka.

Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 ini penting untuk menjaga keadilan dan keharmonisan dalam masalah-masalah keluarga Islam di Wilayah-Wilayah Persekutuan Malaysia.



Find similar books to Akta Undang-Undang Keluarga Islam: Akta/ Statutes

ISBN: 9789678921473
 
 

Latest releases

Get your copy today!
Malaysia's Largest Authorised Premium Reseller